Oleh: Rizki Fajariyanti
Dalam darahku mengalir rindu dan harapan
Menyibak sejenak sebatang kisah masa lalu
Kau yang kala itu mengantarkanku pulang
Kembali pulang setelah lama pergi
Sukmaku mengejar bayangmu
Hatiku terpatri doa-doa malam
Yang rujukkannya pada namamu
Oh cintaku
Tidakkah kau lihat diri ini menggumpal
Berjalan melayang serupa setan
Meronta lapar menunggu belai suapan
Dari tanganmu yang dulu kubuang
Oh cintaku
Kegilaanku bukan untuk tontonan
Bukan untuk kau lihat atau dibicarakan
Kalau saja aku mati
wajahmulah yang lebih dulu kutemui
Oh cintaku sang purnama hati
Kini langit membungkam pita suaraku
Setelah sekian lama mengurung diri
Lalu akhirnya mati suri
Jakarta, Oktober 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar